Friday, 15 April 2016

Usaha atas iman




Allah,, menciptakan medanul juhud,
Kesediaan diri mau bersusah payah ( juhud), mengerehkan maksimal potensi yang ada pada dirinya untuk sesuatu yang mengtungakn. Tiap2 orang akan beraktifitas pada sesuatu yang di anggap menguntungkan, ketika seseorang  keterfihakan pada benda2 maupun mahluk terutama manusia. Ketika dia mengerahkan potensi itu, maka Allah akan hargai Allah akan ganti mujahadah itu dengan di bukakkan rahasia kebendaan. Allah akan bukakan manfaat yang di korbani itu.
Dan manusia menghindari mudorotnya. Sadar atu tidak sadar akan masuk kedalam hati nilai2 tau manfaat keyakainan pada benda2 tersebut, akan timbul rasa bela,cinta terhadap apa yang di mujahadahi.
Kita di kehendaki jadi mukmin yang sejati, mukmin haqqon,,
Keyakinan pada Allah
Keyakinan pada akherat
Keyakinan pada amal.
Jadi apa yang harus di jalani supaya menjadi mukmin yang haqqon,,
Yaitu mengalihkan dari apa yang di mujahadahi untuk kebendaan pada Agama, sehingga Allah akan bukakan rahasia Iman, rahasia amal,,
Dan manusia akan mengambil manfaat dari Iman, dan amal.
Hati2 terhadap jalan kebendaan yang menyilaukan, memukau, terkesima,, sehingga rata2 manusia lalai rerhadap agama.
Untuk menjadi mukmin haqon harus mau ikut proses. Sebagaimana seorang yang akan menjadi proses.
Hati2 dgn setan menghilangkan dari fase2 kita beriamn, supaya tdak mau mujahadah dalam agama.
3;142
2;214
Dlm fase proses ada ujian2
2;151
29;2,3
21,35
3;186,harta harus menurut Allah, akan di uji terhadap orang kafir.

Saturday, 12 March 2016

BEGINI CARANYA SUPAYA KAMU SELAMAT DUNIA DAN AKHERAT,,, NYESEL ABADI KALAU GAK DI BACA,, TOLONG BAGIKAN

NABI SAW MEMERINTAHKAN Kepada SAHABATNYA Supaya MENGUCAPKAN: SEKEHENDAK ALLAH Dialah Dzat YANG SATU TIDAK ADA Sekutu BAGINYA
   Imam Baihaqi mengeluarkan hearts kitab Asma 'dan Sifat Halaman 110 Dari Thufail bin Abdullah ra: Dahulau ADA saudaranya Aisyah Dari ibunya, hearts tidurnya besarbesaran Bertemu DENGAN Seorang Rahib Nasrani, Lalu Rahib ITU Berkata, "Sebaik-baiknya kaum Adalah Kalian, sekiranya Kalian TIDAK menganggap Isa Anak Allah ". Rahib ITU Berkata Lagi, "Sesungguhnya Kalian Adalah sebaik-baiknya kaum JIKA mengucapkan: sekehendak Allah Dan sekehendak Muhammad".
   Kemudian dia Bertemu DENGAN rahib yahudi Yang Berkata, "Kalian Adalah sebaik-Baik kaum JIKA Kalian TIDAK mengucapkan Uzair Anak Allah". Kemudian Rahib yahudi ITU Berkata Lagi, "Kalian Adalah sebaik-Baik kaum Yang mengucapkan sekehendak Allah Dan sekehendak Muhammad".
   Kemudian dia Datang ditunjukan kepada Nabi melihat Dan menceritakan seperti ITU, Maka Nabi melihat bersabda, "Apakah kamu menceritakannya ditunjukan kepada orang-orangutan Penghasilan kena pajak Kejadian ITU?".
   Saudaranya Aisyah ITU Berkata, "Ya".
   Lalu Nabi melihat memuji Allah Dan menyanjung-Nya, bersabda kemudian, "Sesungguhnya Saudara Kalian has Melihat hal Sesuatu Yang Sudah disampaikan ditunjukan kepada Kalian, Maka janganlah Kalian mengucapkan seperti ITU, akan tetapi ucapkanlah: Sekehendak Allah, Dialah Dzat Yang Satu Dan TIDAK ADA Sekutu bagi- nya ".
   Dan menurutnya Lagi, Dari Khudaifah ra Katanya: Telah bermimpi Seorang laki-laki Dari kaum muslimin, Sesungguhnya dia has Bertemu Seorang laki-laki Dari Ahli kitab, Lalu Ahli kitab ITU Berkata, "Sebaik-baiknya kaum Adalah Kalian, JIKA Kalian TIDAK menyekutukan- nya, Dan jalian mengucapkan: sekehendak Allah Dan sekehendak Fulan ".
   Dan dikeluarkan Lagi Oleh Imam Baihaqi hearts kitab Asmak Dan Sifat Halaman 110 Dari Ibnu Abbas ra, Katanya: Telah Datang seirang laki-laki tidak ditunjukan kepada Rasulullah saw Lalu dia membicarakan sebagian perkataannya, Lalu laki-laki Berkata ditunjukan kepada Nabi saw, "Sekehendak Allah Dan sekehendak Engkau ".
   Lalu Nabi melihat Berkata, "Apakah kamu menjadikan aku semisal Allah? Hendaknya ucapkanlah sekehendak Allah Yang Esa".

SAHABAT R.A MEMPERBANYAK MEMBACA SURAT AL IHKLAS

Imam Baihaqi mengeluarkan hadits dalam kitab Asma' dan Sifat halaman 208 dari Aisyah r.ha, katanya; Sesungguhnya Rasulullah saw mengutus seorang laki-laki menemui rombongan perang, lalu laki-laki tadi membacakan kepada para sahabat dalam solat mereka yang selalu diakhiri dengan membaca "qul huallahu ahad", maka ketika kembali, mereka melaporkan hal itu kepada Rasulullah saw lalu beliau bersabda, " Tanyakanlah kepadanya, mengapa dia mengerjakan seperti itu?"
   Lalu mereka menanyakan kepadanya, dan laki-laki tadi berkata, "Karena dalam ayat itu ada sifat ar Rahman dan aku suka apabila membacanya".
   Maka Nabi saw bersabda, " Berikanlah kabar kepadanya, bahwasanya Allah swt suka kepadanya".
   Bukhari dan Muslim mengeluarkan dari Aisyah r.ha, sebagaimana perkataan Baihaqi

Sunday, 31 January 2016

PERKATAAN NABI SAW KEPADA SUWAID BIN HARIS DAN SAHABATNYA R.A, "SIAPA KALIAN?" DAN JAWABAN MEREKA

Telah di kemukakan sebelumnya dalam bab "Dakwah kepada Allah dan Rasul-Nya" hadits dari Suwaid bin Haris r.a, katanya; Aku adalah utusan ketujuh dari tujuh orang kaumku untuk menghadap Rasulullah saw. Maka ketika kami memasuki ruangan beliau, kami pun berbincang-bincang dengan beliau saw. Kemudian beliau merasa heran dengan bagus dan bentuknya perhiasan kami. Maka beliau bersabda, "Siapa kalian?"

    Kami menjawab, "Orang mukmin".

    Maka Rasulullah saw tersenyum dan bersabda, "Sesungguhnya setiap pernaytaan ada hakikatnya. Apa hakikat dari perkataan dan iman kalian?".

    Suwaid r.a menjawab, "Lima belas macam yang engkau perintahkan kami kami untuk beriman kepadanya; lima belas macam yang engkau perintahkan kami untuk mengamalkannya; dan lima belas macam akhlak kami yang telah kami miliki pada zaman jahiliyah yang kami masih berpegang kepadanya kecuali jika engkau membenci darinya".

    Lalu dia menyebut hadits dalam Iman kepada Allah dan Malaikat-Nya; kitab-Nya; Rasul-Nya; takdir baik maupun buruk dan rukun islam serta akhlak yang bagus.

Monday, 25 January 2016

PERKATAAN NABI SAW KEPADA MU'AD, "BAGAIMANA KEADAANMU PAGI INI?" DAN JAWABAN MU'AD R.A

Abu Nuaim mengeluarkan hadits dalam kitab Hilyah juz 1 halaman 242 dari Anas bin Malik r.a katanya; Sesungguhnya Mu'ad bin Jabal masuk menemui Rasulullah saw lalu Rasulullah saw berkata kepadanya, "Bagaimana keadaanmu pagi ini wahai mu'ad? "

    Mu'ad r.a menjawab, "Pagi ini saya dalam keadaan beriman kepada Allah".

    Nabi saw berkata, "Sesungguhnya setiap perkataan ada kejujurannya dan setiap hak ada hakekatnya maka apa hakekat kejujuran perkataanmu itu? "

    Mu'ad r.a berkata, "Wahai Nabi Allah! Tidaklah saya memasuki pagi ini kecuali saya mengira tidak akan menemukan sore lagi, dan tidaklah saya memasuki sore kecuali mengira tidak akan menemukan pagi lagi, dan tidaklah saya melangkah kecuali dengan mengira tidak akan melakukan langkah berikutnya. Dan seolah-olah saya melihat umat Jatsiah yang diajak kepada kitabnya. Bersamanya ada Nabi dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah. Seakan-akan saya melihat siksa ahli neraka dan ganjaran pahala ahli Jannah. "

    Nabi saw bersabda, "Kamu mengetahui, maka tetaplah padanya".

Tuesday, 12 January 2016

PERKATAAN NABI SAW KEPADA HARIS BIN MALIK,"BAGAIMANA KEADAANMU PADA WAKTU SHUBUH?" DAN JAWABAN HARIS R.A

Ibnu Asakir mengeluarkan sebuah hadits dari Anas r.a, katanya; Suatu ketika Rasulullah saw memasuki masjid, sementara Haris dalam keadaan sedang tidur, kemudian beliau saw menggerak-gerakan kaki Haris seraya berkata, "Angkatlah kepalamu".
    Maka Haris r.a mengangkat kepalanya sambil berkata, "Demi ayah dan ibuku, wahai Rasulullah".
    Lalu Rasulullah saw berkata, "Bagaimana keadaanmu pagi ini wahai Haris bin Malik? ".
    Haris r.a berkata, "Pagi ini, ya Rasulullah, saya dalam keadaan mu'min yang hak".
    Nabi saw berkata, "Sesungguhnya setiap hak ada hakekatnya, maka apa hakekat sesuatu yang kamu ucapkan itu? "
    Haris r.a berkata, "Saya berpaling dari dunia, dan saya menahan haus pada siang hari dan berdiri pada malam hari, seakan-akan saya melihat Arasy Rabb saya dan seakan-akan saya melihat ahli Jannah di dalamnya, mereka saling berzarah, dan seakan-akan melihat ahli neraka saling berteriak-teriak".
    Lalu Nabi saw berkata kepadanya, "Kamu seorang yang Allah swt telah memberikan cahaya didalam hatimu, kamu tahu maka tetapkanlah pendirianmu itu".
    Imam Asakir mengeluarkan hadits dalam kitab Amtsal dari Anas r.a hadits serupa di atas, tetepi di dalam riwayatnya terdapat perkataan; Nabi saw bersabda, "Kamu melihat, maka tetapkanlah". Kemudian beliau bersabda, "Seorang hamba yang Allah swt telah memberikan cahaya iman di dalam hatinya".
    Kemudian Haris r.a berkata, "Wahai Nabi Allah! Doakanlah saya kepada Allah, agar saya mati syahid".
    Lalu Nabi pun mendoakannya.
    Perawi berkata; Suatu hari dia di panggil dengan "Wahai penunggang kuda Allah, naiklah ke kudaku". Dan dialah penunggang kuda yang pertama kali mati syahid.
    Sebagaimana di tulis dalam kitab Muntakhab Kanzul Umal juz 5 halaman 160.
    Ibnu Najar mengeluarkan hadits dari Anas r.a dia berkata; Suatu ketika Rasulullah saw berjalan, ketika itu ada seorang pemuda yang menghadapnya, lalu Nabi saw berkata kepadanya, "Bagaimana keadaanmu pagi ini wahai Haris?"
    Haris r.a berkata, "Pagi ini saya dalam keadaan mukmin yang hak kepada Allah".
    Lalu Nabi saw berkata, "Lihatlah apa yang kamu ucapkan! karena sesungguhnya setiap perkataan ada hakekatnya".
    Haris r.a berkata, "Wahai Rasulullah! Saya berpaling…. dst," lalu dia menyabutkan hadits semisal Asakir dengan ada tambahan pada bagian akhirnya.
    Sebagaimana dalam kitab Muntakhab juz 5 halaman 161.
    Ibnu Mubarak juga mengeluarkan hadits serupa dalam kitab Zuhud dari Shaleh bin Mismar dari jalan Ibnu Asakir. Dan dalam riwayatnya dikatakan; Nabi saw berkata, "Sesungguhnya setiap perkataan ada hakekatnya maka apa hakekat imanmu? ".
    Hafizh berkata dalam kitab Ishabah juz 1 halaman 289,dan haditsnya muadhal. Dan sebagaimana dikeluarkan Abdur Razzak dari Shaleh bin Masmar dan Ja'far bin Burqan, Mereka mengeluarkan dalam tafsirnya dari Yazid al Sulaimi dan telah dikemukakan dalam hadits mausul. Lalu dia menyebutkan hadits Anas r.a dab dia berkata, "Imam Thabarani dan Ibnu Mandah serta Thabarani mengeluarkan dalam kitab Tsubah dari jalan Yusuf bin Atiyah Asafar, tetapi dia adalah dhaif sekali. Baihaqi mengatakan bahwa hadits ini mungkar dan Yusuf tidak meruntutkan hadits ini, terkadang dia berkata "Haris", dan terkadang mengatakan "Harisah". Ibnu Shaid mengatakan bahwa hadits ini tidak tetap, dan Imam Bazaar juga meriwayatkannya dari Anas r.a Haisami mengatakan bahwa di dalamnya terdapat Yusuf bin Utiyah dan tidak di butuhkan.
    Sementara Thabarani meriwayatkan dari Haris bin Malik al Anshari r.a; Sesungguhnya dia lewat di depan Nabi saw lalu Nabi saw berkata kepadanya, "Bagaimana keadaan kamu pagi hari ini wahai Harisah?" Dan dia menyebutkan semisal haditsnya Ibnu Asakir.
    Haisami mengatakan bahwa di dalamnya ada Ibnu Lahiah dan di dalamnya ada orang yang tidak di butuhkan untuk terbukanya hadits tersebut.

Monday, 11 January 2016

PERKATAAN SAHABAT R.A BAHWA PERTOLONGAN ITU BUKAN DENGAN BANYAKNYA JUMLAH ORANG

Akan dikemukakan dalam bab "Pertolongan", perkataan Tsabit bin Arqam r.a, "Wahai Abu Hurairah! Apakah engkau seakan-akan melihat jamaah yang banyak? ".

   Abu Hurairah r.a menjawab, "Ya".

   Dia berkata lagi, "Sesungguhnya engkau tidak menyaksikan perang Badar bersamaku, dan tidaklah pertolongan itu karena banyaknya orang".

    Dan perkataan Khalid ketika seorang laki-laki yang bersamanya, "Sungguh banyak sekali tentara Rum itu sedang tentara Muslim sedikit sekali".

   Khalid r.a berkata, "Sungguh sedikit tentara Rum dan banyak sekali kaum muslimin. Sesungguhnya banyaknya tentara adalah dengan pertolongan (Allah) dan sedikit adalah dengan tidak adanya pertolongan, bukan dengan jumlah laki-laki. Demi Allah, sungguh aku senang apabila Asyqar (nama kudanya Khalid) terbebas dan mereka lemah dalam hitungan mereka.

    Dan surat Abu Bakar r.a kepada Umar bin Ash r.a;
    Ama ba'du. Sungguh telah datang kepadaku surat engkau yang menyebutkan sesuatu yang di kumpulkan bangsa Rum, dan sesungguhnya Allah swt tidak akan menolong kami beserta Nabi-Nya saw dengan memperbanyak jumlah tentara. Dan sungguh, dulu kami berperang menyertai Rasulullah saw dan tidak ada bersama kami  kecuali dua ekor kuda, dan tidaklah bagi kami kecuali diiringi unta. Dan kami menyertai perang Uhud bersama Rasulullah saw, dan tidak bersama kami kecuali seekor unta yang dinaiki beliau saw, dan Allah telah memenangkan kami dan menolong kami atas orang yang menentang kami".

    Dalam bab terdahulu telah di kemukakan apa yang dilakukan oleh Abu Bakar r.a terhadap pasukan Usamah r.a ketika sebagian orang Arab keluar ke berbagai arah dan sebagian mereka murtad, sehingga terlihatlah dengan jelas siapa orang-orang yang munafik. Yahudi dan Nasrani telah memanjangkan lehernya (memanfaatkan situasi). Ketika itu kaum muslimin bagaikan kambing yang kehujanan ketika hari sedang hujan, ketika Nabi saw telah tiada. Ditambah lagi karena sedikitnya jumlah kaum muslimin kala itu, sedangkan musuh sangat banyak. Lalu mereka berunding untuk membatalkan keberangkatan tentara Usamah.

    Maka dalam situasi menyedihkan itu Abu Bakar r.a berkata, "Apakah aku harus menahan pasukan yang telah di bentuk oleh Rasulullah? Sungguh aku telah berani menentang perintah besar itu. Dami Dzat yang nyawaku berada dalam genggaman-Nya, bencinya orang Arab kepadaku lebih aku sukai daripada harus menahan keberangkatan tentara Usama yang telah diutus oleh Rasulullah. Berangkatlah wahai Usama bersama pasukanmu dengan sesuatu yang telah diperintahkan kepadamu, kemudian berperanglah. Jika Rasulullah saw telah memerintahkan kepadaku dari pinggiran kota Palestina dan atas ahli Mu'tah, maka sesungguhnya Allah akan mencukupi segala sesuatunya yang kamu tinggalkan".

    Juga perkataan Abdullah bin Rawahah r.a ketika berhadapan dengan musuh yang jumlahnya seratus ribu, "Wahai kaumku! Demi Allah, sesungguhnya mereka telah membenci perkara yang kalian justru keluar untuk mencarinya, yaitu syahid. Dan sesungguhnya kita memerangi manusia bukan dengan banyaknya jumlah pasukan dan besarnya kekuatan, akan terapi kita memerangi mereka demi agama ini, sehingga Allah telah memuliakan kita dengannya. Maka berangkatlah , sesungguhnya kita akan mendapatkan dua kemungkinan yang baik, kita menang atau mati syahid".

    Maka orang-orang berkata, "Demi Allah. Benar sekali perkataan Ibnu Rawahah itu".

    Dan beberapa kisah sahabat terkait perkara ini sudah banyak di kemukakan dalam bab ini, juga beberapa hadits, peperangan dan shirah, maka saya tidak perlu mengemukakan lebih panjang lagi.

Saturday, 9 January 2016

NABI SAW MELIHAT SESUATU KETIKA MEMUKUL BATU PADA HARI KHANDAQ DAN NABI SAW MEMBERIKAN KABAR GEMBIRA KEPADA SAHABATNYA R.A DENGAN PERKARA ITU

Imam Nasa'i mengeluarkan hadits dari Abi Sukainah r.a, yaitu seorang laki-laki dari Bani Muhar Arin, dari seorang laki-laki sahabat Rasulullah saw, katanya; Ketika Rasulullah saw memerintahkan untuk menggali parit, batu yang besar menghalangi mereka, lalu Nabi saw berdiri dan mengambil cangkul dan meletakkan selendangnya di pinggir parit seraya membacakan ayat yang artinya;
    "Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (al Quran)  sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah-ubah kalimat-kalimat-Nya dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (Qs. al An'aam; 115)

    Lalu batu itu terbelah sepertiga bagian dan Salman berdiri serta melihatnya, kemudian timbul cahaya menyertai satu pukulan Rasulullah saw, kemudian beliau memukul yang ke dua kalinya dan membaca lagi ayat yang artinya;
"Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (al Quran)  sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah-ubah kalimat-kalimat-Nya dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (Qs. al An'aam; 115)

    Lalu terbelah lagi sepertiga yang lain, Salman pun melihat hal ini dan terjadi kilat lagi. Kemudian Nabi saw memukul untuk ketiga kalinya dengan membaca yang artinya;
"Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (al Quran)  sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah-ubah kalimat-kalimat-Nya dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (Qs. al An'aam; 115)

    Lalu terbelahlah sepertiga sisinya. Kemudian Rasulullah saw keluar lalu mengambil selendangnya dan duduk.

    Salman berkata, "Wahai Rasulullah saw…! Aku melihat ketika engkau memukul, maka setiap pukulannya selalu di sertai kilat".

   Nabi saw bersabda, "Wahai Salman!  Apakah engkau melihat seperti itu? "

    Salman r.a berkata, "Ya, Dami Dzat yang telah mengutus engkau dengan sesuatu yang hak, wahai Rasulullah".

    Nabi saw bersabda, "Sesungguhnya ketika aku memukul satu pukulan yang awal, maka di angkatlah bagiku beberapa kota Kisra dan perkara yang ada di sekelilingnya dan kota-kota yang banyak, sehingga aku melihat dengan kedua mataku sendiri".

    Kemudian seorang lelaki dari kalangan sahabar berkata, "Ya Rasulullah. Berdoalah kepada Allah swt supaya Allah swt membukakan kota itu kepada kami dan kami mengambil anak-anak mereka dan merobohkan desa mereka dengan tangan-tangan kami".

    Lalu Rasulullah saw berdoa seperti itu.

    Nabi saw melanjutkan, "Kemudian aku memukul pukulan yang kedua, lalu diangkat bagiku kota-kota Kaisar dan perkara yang ada di sekelilingnya sehingga aku melihat dengan kedua mataku".

    Mereka berkata lagi, "Wahai Rasulullah!  berdoalah kepad Allah swt supaya Allah swt membukakan kota itu untuk kami, dan kami mengambil anak-anak mereka dan merobohkan desa mereka dengan tangan-tangan kami".

    Kemudian Rasulullah saw berdoa seperti itu,  lalu Nabi saw melanjutkan, "Kemudian aku memukul yang ketiga kalinya, lalu diangkatkan bagiku kota-kota Habasyah dan perkara yang ada di sekitarnya dari beberapa daerah sehingga aku melihat dengan kedua mataku".Kemudian Rasulullah saw bersabda, "Ajaklah kepada Habasyah kepada sesuatu yang mereka mengajak kalian dan tinggalkanlah kalian dengan sesuatu yang mereka meninggalkab untuk kalian.".

    Ibnu Kasir berkata dalam kitab Bidayah juz 4 halaman102; "Beginilah Imam Nasa'i meriwayatkan dengan panjang." Dan sesungguhnya Abu Daud meriwayatkan, darinya; "Ajaklah kepada Habasyah sesuatu yang mereka mengajak kepada kalian dan tinggalkanlah sesuatu yang mereka meninggalkan kepada kalian".

    Ibnu Jarir juga mengeluarkan hadits seperti ini dari Amrin bin Aufi al Muzani,  lalu dia menyebutkan hadits, di dalamnya ada lafadz; Lalu datang Nabi saw kemudian mengambil cangkul dari Salman r.a, lalu beliau memukul batu dengan satu kali pukulan segingga terbelah dan memancarkan kilat yang menerangi perkara di antara kota Madinah sehingga seakan-akan seperti  lampu yang menerangi di tengah malam yang gelap gulita. Lalu Rasulullah saw bertakbir dengan takbir kemenangan dan kaum muslimin bertakbir juga, kemudian dia memukul yang kedua kalinya maka seperti itu juga, kemudian dia memukul yang ketiga kalinya maka seperti itu juga, dan melaporkan kaum muslimin beserta Salman kepada Rasulullah saw sekaligus mereka bertanya kepada beliau saw mengenai cahaya itu.

    Maka Nabi saw bersabda, "Sedungguhnya pada pukulan yang pertama, gedung-gedung kota Hirah dan kota Kisra telah menerangiku, seakan-akan berkilau dengan kilatan. Lalu Jibril a.s memberikan kabar kepadaku, sesungguhnya umatku akan menang atasnya. Dan pukulan yang kedua telah menerangi gedung-gedung yang berwarna kemerah-merahan dari bumi Rum, seakan-akan seperti berkilau dengan kilat, lalu Jibril a.s memberikan kabar kepadaku, bahwa sesungguhnya umatku akan menang atas mereka. Dan pukulan yang ketiga, memancar gedung-gedung pekerja, seakan-akan berkilauan dengan kilat, lalu Jibril a.s membeeikan kabar kepadaku, sesungguhnya umatku akan menang atas mereka, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka! "

    Lalu Rasulullah saw memberikan kabar kepada kaum muslimin dan mereka berkata, "Segala puji bagi Allah swt Yang Maha Benar Janji-Nya"

    "Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata, "Inilah yang di janjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita".Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan". (Qs. al Ahzab; 22).

    Dan berkata orang-orang munafik, "Dia telah memberikan kabar kepada kalian, sesungguhnya dia melihat dari Yasrib gedung-gedung Hirah dan kota-kota Kisra, dan akan dibukakan bagi kalian,  sedangkan sekarang kalian menggali Khandaq dan kalian tidak kuasa untuk menampakkannya? "

    Lalu turun ayat ini bagi mereka yang artinya;
    "Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata, "Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya". (Qs. al Ahzab; 12)

    Ibnu Kasir mengatakan di dalam kitab Bidayah juz 4 halaman 100 bahwa ini haditsnya gharib.

    Imam Thabarani mengeluarkan hadits yang panjang dari Ibnu Abbas r.a sebagaimana yang akan datang dalam bab Ta'yidat al Ghaibiyah dalam berkah makanan mereka, bab Maghazin.

    Lalu Rasulullah saw bersabda, "Dekatkan batu itu kepadaku".

    Mula-mula akulah yang memukul batu itu, kemudian Nabi saw berkata, "Bismillah", lalu memukul batu itu dan terbelah sepertiganya. Kemudian beliau saw berkata, "Allahu Akbar, kerajaan Rum, demi Tuhan Ka'bah", kemudian beliau memukul bagian yang lain dan terbelah lagi, seraya berkata, "Allahu Akbar, kerajaan Persia, Demi Tuhannya Ka'bah".

    Orang munafik yang berada di samping beliau berkata, "Kita menggali Khandak lalu dia memberikan kita kerajaan Persia dan Rum??? ".

    Haisami mengatakan bahwa hadits ini rijalnya rijal yang shahih kecuali Abdullah bin Ahmad bin Hambal dan Nuaim, keduanya tsiqah.

   

TAMIM AD DARI R.A MENGIRING API YANG KELUAR DARI LAHAR

Abu Nuaim mengeluarkan hadits dalam kitab Dalail halaman 212 dari Muawiyah bin Harmal r.a, lalu dia menyebutkan hadits yang terdapat perkataan; Telah keluar api dari lahar, kemudian Umar r.a datang kepada Tamim r.a seraya berkata, "Berdirilah, datangilah api itu".

   Tamim r.a berkata, "Wahai Amirul Mu'minin! Siapakah aku? Siapakah aku? " Tak henti-hentinya dia berbuat seperti itu sampai dia berdiri bersamanya. Lalu aku ikut keduanya pergi kepada api itu. Tamim ad Dari r.a menggiring lahar itu sehingga masuk lagi ke lubangnya dan Tamim r.a mengikutinya dari belakangnya.

   Umar r.a berkata, "Tidak ada orang yang melihat sebagaimana orang yang tidak melihat".

    Dan telah di keluarkan lagi oleh Imam Baihaqi sebagaimana dalam kitab Ta'yidat al Ghaibiyah di dalam bab ketaatannya api.

Friday, 8 January 2016

ALA' BIN KHADRAMI MENYEBRANGI LAUTAN DENGAN KAUM MUSLIMIN

Abu Nuiam mengeluarkan hadits dalam kitab Hilyah juz 1 halaman 7 dari Sahmi bin Minjab r.a, katanya; Kami berperang bersama Ala' bin Khadhrami r.a lalu kami berjalan, sehingga kami sampai di suatu daerah yang terpisahkan oleh lautan yang luas.

    Dia berkata, "Wahai Dzat yang Maha Mengetahui..! Wahai Dzat Yang Maha Santun..! Wahai Dzat Yang Maha Tinggi..! Wahai Dzat Yang Maha Besar..! Sesungguhnya kami hamba Engkau, dan di dalam jalan Engkau kami berperang melawan musuh Engkau, yaa Allah jadikanlah untuk kami jalan".

    Lalu kami pun menyebrangi lautan tapi tidak satu tetes air pun membasahi telapak kaki kuda kami, akhirnya kami bisa mendatangi mereka.

    Dikeluarkan juga dari Abu Hurairah r.a dengan semisalnya, dengan tambahan; Maka ketika itu aku melihat Ibnu Muka'bir, dia adalah pekerja kota Kisra.

    Dia berkata aku duduk di atas kapal lalu kami sampai ke kota Faris.
Abu Nuaim mengeluarkan jugadalam kitab Dalail halaman 208 dari Abu Hurairah r.a dan Imam Thabarani darinya; dan Ibnu Abi Dunya dari sahmi bin Minjab dan Baihaqi dari Abu Hurairah r.a sebagaimana akan datang hadits-hadits mereka di dalam Taskhiril Bihar.

    Dan akan datang hadits mengenai kubur Said bin Abi Waqas r.a di sungai Dajlah pada hari Qadusiah. Di dalamnya ada perkataan Hujri bin Adiyi r.a "Apa yang mencegahmu untuk mengambil i'tibar kepada mereka (musuh) kecuali sungai kecil ini (Dajlah) ;

    "Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah di tentukan waktunya….. " (Qs. Ali Imran; 145).

    Lalu dia menyebrangi dengan kudanya, maka ketika mereka menyebrangi, dan musuh melihatnya, lalu mereka berkata, "Telah datang jin Ifrit ". Kemudian mereka melarikan diri.

    Ibnu Abi Khatim mengeluarkan juga dari Habib bin Sahban

Tuesday, 5 January 2016

KISAH SUNGAI NIL DI MESIR PADA ZAMAN UMAR R.A

Hafidz Abu Qasih al Lalikai mengeluarkan hadits dalam kitab Sunah dari Qais bin Hajaj r.a dari orang yang menceritakan kepadanya, katanya: Semasa dibukanya Mesir, maka datang penduduk kota Mesir kepada Umar bin Ash r.a, dan pada waktu itu dia adalah amirnya. Ketika dia masuk kota Buhnah dari bulan Ajam, mereka berkata, "Wahai Amirul Mu'minin..! Sesungguhnya  sungai Nil kami ini biasanya tidak mau mengalir kecuali taun itu saja."

    Umar r.a bertanya, "Mengapa?"

   Mereka menjawab, "Ketika malam tanggal 12 pada bulan ini kami sengaja mencari seorang perawan yang masih mempunyai kedua orang tua, lalu kami meminta izin kepada mereka dan kami memberikan kepadanya perhiasan dan pakaian yang paling bagus lalu kami jatuhkan dia  kedalam sungai Nil".

    Lalu Umar r.a berkata kepada mereka, " Sesungguhnya ini tidak ada dalam Islam dan Islam tidak akan mengubah sesuatu sebelumnya".

    Lalu mereka berdiri dan sungai Nil tidak mengalir sehingga mereka merasa susah. Kemudian Umar r.a menulis surat kepada Umar bin Khathab r.a mengadukan masalah itu. Maka Umar bin Khathab r.a membalas suratnya, "Sesungguhnya telah menimpamu  sesuatu yang kamu kerjakan  dan sungguh aku telah mengutusmu dengan kertas yang kecil yang aku masukkan  kedalam suratku, lalu jatuhkan kertas itu kesungai Nil".

    Kemudian dia menyebutkan hadits sebagaimana yang akan datang daam bab Ta'yidat Ghaibiyah Fi Taskirir Bihar, dan di dalam riwayat yang lain di katakan: Lalu jatuhkan keetas itu di dalam sungai Nil". Maka pada waktu pagi pada hari Sabtu sungguh Allah  telah mengalirkan sungai Nil setinggi 16 dhira' dalam satu malam, dan sungguh Allah telah menghilangkan kebiasaan pada tahun itu bagi ahli Mesir sampai hari ini.

    Sebagaimana dalam kitab Tafsir juz 3 halaman 464. Dan telah di keluarkan lagi oleh Ibnu Asakir dan Abu Syaih dan selainnya.

Tuesday, 29 December 2015

NABI SAW SENANG DENGAN TURUNNYA MAGFIRAH DAN TERBUKANYA KOTA MAKKAH KETIKA KEMBALI DARI HUDAIBIYAH

Imam Ahmad mengeluarkan hadits dari Anas bin Malik r.a, dia berkata; Kerika turun ayat ini kepada Rasulullah saw;
َ
     Kemenangan (Al-Fatĥ):2 - supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus. (Qs.alfath;2)

    Maka setelah kembali dari. Hudaibiyah Nabi saw bersabda, "Sungguh telah turun kepadaku pada malam ini satu ayat yang lebih aku cintai dari sesuatu yang berada di bumi".

    Kemudian Nabi saw membacakan kepada mereka. Lalu mereka berkata, "Sungguh sangat enek dan menyejukkan, wahai Nabi Allah! Allah swt telah menerangkan apa yang diperbuat kepada engkau, maka apa yang akan diperbuat untuk kami? "

   Lalu turun ayat kepadanya lagi;

"Supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam Jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah". (Qs.al Fath;5)

    Dan Imam Bukhori dan Muslim mengeluarkan hadits dari Anas r.a sebagaimana di terangkan dalam kitab Tafsir Ibnu Kasir juz 4 halaman 183, dan menurut Ibnu Jarir di katakan; 

    "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata". (Qs.al fath; 1)

    Dari Anas r.a berkata; Ayat ini turun kepada Rasulullah saw setelah beliau kembali dari Hudaibiyah. Sungguh mereka telah merekayasa di antara ibadah mereka, lalu mengorbankan hidayah di Hudaibiyah, dan di kalangan para sahabat tercampur perasaan  sedih dan susah, lalu Nabi saw bersabda, "Sungguh telah turun kepadaku ayat yang aku cintai daripada dunia dan seisinya".

   Lalu beliau saw membacakan ayat;
yang artinya, "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus". (Qs.al fath; 1-2)

    Lalu sahabat berkata, "Sejuk sekali untuk engkau,…. " Sebagaimana di sebutkan serupa ini.

    Imam Ahmad mengeluarkan hadits dari Majma' bin Jariyah al Anshari r.a dan dia adalah salah satu qari yang membaca al Quran. Dia menuturkan; Aku menyaksikan perjanjian Hudaibiyah, kemudian kami pergi meninggalkannya kerika orang-orang berlari dengan menggunakan unta-unta mereka. Kemusian orang-orang, satu sama lain saling berkata, Mengapa dengan orang itu? ".

    Mereka berkata, Rasulullah telah menerima wahyu".

    Kemudian kami keluar menuju khalayak dengan cepatnya. Ketika itu Rasulullah saw tengah duduk diatas tunggangannya, lalu orang-orang berkumpul mengerumuninya. Lalu Rasulullah saw membacakan ayat ini;  yang artinya,
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenagan yang nyata".(Qs.al fath; 1)

    Seorang laki-laki dari kalangan sahabat Rasulullah saw berkata, "Wahai Rasulullah! Apa yang telah dibuka? "

    Nabi saw bersabda, "Ya, demi Dzat yang nyawaku berada di kuasaan-Nya, sesungguhnya telah terbuka kota Makkah".

    Lalu dia menyambut hadits dan Abu Daud meriwayatkannya juga di dalam kitab Jihad sebagaimana dalam kitab Tafsir Ibnu Kasir juz 4 halaman 183.

    Juga Imam Bukhari mengeluarkan hadits ini dari Bara' r.a dia berkata; Mereka kembali ketika terbukanya kota Makkah, sungguh kota Makkah telah terbuka dan kami kembali ketika terbuka Bait Ridwan pada hari Hudaibiyah.

    Lalu dia menyabutkan hadits sebagaimana dalam kitab Tafsir Ibnu Kasir juz 4 halaman 183. Dan Ibnu Jarir juga mengeluarkan hadits serupa ini dalam  Tafsirnya juz 26 halaman 44 dari Bara' r.a dengan dari Jabir r.a dia berkata, "Tidaklah kami kembali setelah Fathul kecuali pada hari Hidaibiyah

Saturday, 19 December 2015

KISAH UMAR R.A BERSAMA NABI SAW PADA HARI HUDZAIFAH (Perjanjian Hudaibiyah)

Imam Bukhari mengeluarkan hadits dalam kitab Tafsir dari Habib bin Abi Sabit r.a, katanya; Aku datang kepada Abu Wail dan aku bertanya sesuatu kepadanya lalu diaenceritakan;  Dulu ketika aku di shifin, seorang laki-laki berkata, "Apakah kalian melihat orang-orang yang mengajak kepada kitabullah? ".

   Maka Ali bin Abi Thalib r.a berkata ,"Benar".

    Sahl bin Hunaif r.a berkata, "Buruk sekali diri kalian, sungguh aku telah melihat pada hari Hudaibiyah (maksudnya pada hari perjanjian Rasulullah saw dengan musrikin). Dan jika kami melihat pertempuran, sungguh kami akan berperang".

    Lalu datang Umar r.a seraya berkata, "Apakah kita dalam golongan yang benar dan mereka dalam kebatilan? Apakah kita mati masuk dalam Jannah dan mereka mati masuk dalam neraka?

    Lalu Nabi saw bersabda, "Benar".

    Umar r. a berkata lagi, "Apakah lami akan diberi dunia dengan agama kami dan kami kembali semasa Allah menghukumi kami?

    Nabi saw bersabda, "Wahai Ibnu Khathab..! sesungguhnya aku Rasulullah dan Allah swt ridak akan menyia-nyiakan aku selamanya".

   Lalu beliau kembali dalam keadaan marah karena tidak sabar, sehingga datang Abu Bakar r.a lalu Umar r.a berkata, "Wahai Abu Bakar. Apakah kita dalam keadaan yang hak dan mereka batil?

    Abu Bakar r.a menjawab, "Wahai Ibnu Khathab! sesingguhnya dia Rasulullah dan Allah swt tidak akan menyia-nyiakan diaselamanya.

    Kemudian turun surat al Fath.

   Imam Bukhari mengeluarkan hadits di dalam tempat yang lain, juga Muslim dan Nasa'i dari jalan yang lain yaitu dari Sahl bin Hunaif r.a dan di dalamnya terdapat perkataan; "Wahai manusia! Jelek sekali pendapat kalian, sedungguhnya aku telah melihat pada hari Abi Jandal r.a seandainya akuampu untuk menolak perintah Rasulullah saw, maka aku akan menolaknya".

    Dan dalam riwayat lain;  lalu turun ayat al Fath, kemudian Rasulullah saw memanggil Umar bin Khathab r.a seraya membacakan ayat ini kepadanya.

   Sebagaimana di terangkan dalam kitab Ibnu Kasir juz 4 halaman 200 


   Dan sudah di kemukakan dalam bab yang lalu, yaitu bab "Dakwah kepada Allah" dalam kisah Shuluh Hudaibiyah dari Imam Bukhari dari jalan MISWAR BIN MAHRAMAH R.A dan MARWAN, di dalamnya di katakan; Abu jandal berkata , "Wahai golongan kaum muslimin.. ! Aku akan menolak orang musrikin dan sesungguhnya aku datang dalam keadaan muslim. Apakah kalian tidak melihat apa yang aku temui? Sesungguhnya dia akan di adzab dengan adzab yang pedih".



   Lalu Umar r.a datang kepada Rasulullah saw dan berkata, "Apakah engkau Nabi Allah yang baik? " 


   Nabi saw menjawab, "Ya".


   Umar r.a berkata, "Apakah kami dalam gololongan yang hak dan musuh kami yang batil? "


   Nabi saw bersabda, "Ya".


    Umar r.a berkata, "Mengapa kami memberikan dunia di dalam kami?"


    Nabi saw bersabda, "Sesungguhnya aku adalah Rasulullah dan aku tidak akan bermaksiat kepada-Nya karena Dia adalah Dzat yang Maha Penolong".


   Umar r.a berkata, "Apakah engkau dulu pernah bercerita kepada kami, sesungguhnya kita akan datang ke Baitullah dan Thawaf di dalamnya? "


    Nabi saw bersabda, "Ya, apakah aku mengabarkan engkau kalau aku akan datang pada tahun ini?"


    Umar r.a beekata ,"tidak".


    Nabi saw bersabda, "Sesungguhnya englau akan datang dan Thawaf di dalamnya".


   Lalu Umar r.a datang kepada Abu Bakar r.a dan berkata, "Wahai Abu Bakar! Apakah dia Nabi Allah yang baik?".


   Abu Bakar r.a berkata, "Ya".


   Umar r.a berkata, "Apakah kita hak dan musuh kita batil?".


    Abu Bakar r.a berkata, "Ya".


    Umar r.a berkata, "Mengapa kita memberikan dunia dengan agama?".


   Abu Bakar r.a berkata, "Wahai laki-laki..! Sesungguhnya dia adalah Rasulullah yang hak dan dia tidak akan bermaksiat kepada Rabb-nya yang Dia adalah Dzat Penolong,  lalu berpegang tegulah dengan tali-Nya, maka demi Allah!  Sesungguhnya dia di atas hak!".


    Umar r.a berkata, "Apakah beliau pernah menceritakan kepada kita bahwasanya kita akan pergi ke Baitullah dan Thawaf di dalamnya?".


   Abu Bakar r.a berkata, "Benar. Apakah beliau memberikan kabar kepadamu kalu engkau akan datang pada tahun ini?".


    Umar r.a menjawab, "Tidak".


    Abu Bakar r.a berkata, "Sesungguhnya engkau akan datang kepadanya dan Thawaf di dalamnya".


    Lalu Umar r.a mengerjakan seperti itu. 

KISAH ABDULLAH BIN MASUD BERSAMA ISTRINYA R.A (JIMAT DAN AZIMAT SERTA SIHIR ADALAH SYIRIK)

Imam Ahmad mengeluarkan hadits dari Zainab r.ha, istri Abdullah bin mas'ud r.a, katanya; Dulu Abdullah bin Mas'ud r.a ketika datang hajat, dia pergi ke pintu lalu membuang riak dan meludah, karena dia benci, apabila ada orang yang masuk tanpa izin dengan membawa sesuatu yang di bencinya.

    Aku berkata, "Sesungguhnya telah datang suatu hari hajat".

    Lalu dia berdehem lalu meludah, sedang di dekatku ada seorang yang lemah yang terkena penyakit panas, lalu aku masukkan dia ke bawah tempat tidur.

    Kemudian datang dan duduk di sampingku, lalu dia melihat di leherku teruntai kalung (sejenis jimat), dia bertanya, "Kalung apa ini?"

    Aku menjawab, "Kalung untuk melindungiku (untuk jimat) ".

    Maka Abdullah bin mas'ud r.a mengambil dan memutusnya, lalu dia berkata, "Sesungguhnya keluarga Abdullah tidak butuh pada kesyirikan, aku mendengar Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya jimat dan azimat dan sihir adalah syirik".

    Aku berkata kepadanya, "Mengapa mengatakan seperti itu, sesungguhnya kedua mataku sakit lalu aku datang kepada seorang yahudi, kemudian dia memberiku jimat ini supaya mataku sembuh".

    Ibnu Mas'ud r.a berkata, "Karena sesungguhnya itu dari syetan,  dia menancapkan tangannya, maka ketika jimat itu di kalungkan maka akan sembuh matanya. Sesungguhnya akan mencukupi bagimu sesuatu yang aku ucapkan sebagaimana Rasulullah saw mengucapkan, Pergilah penyakit ini kepada Rabbnya manusia, sembuhkanlah..! Sesungguhnya Engkau Dzat yang memberi sembuh, tidak ada yang menyembuhkan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak mendatangkan penyakit lagi".

    Sebagaimana di dalam kitab Ibnu Kasir juz 2 halaman 494.

Friday, 18 December 2015

KECINTAAN UMAR DAN MU'AD R.A DI DALAM IMAN

Ibnu Abi Saiban Lalikain mengeluarkan hadits dalam sunahnya dari Abu Dzar r.a, katanya; Dulu Umar r.a mengambil tangan satu orang atu dua orang dari sahabatnya, lalu berkata, "Berdirilah dengan kami untuk menambah iman. "Lalu mereka berdzikir kepada Allah swt.

    Sebagaimana dalam kitab Kanzul Umal juz 10 halaman 207.

    Dan Abu Nuaim mengeluarkan dalam kiatab Hilyah juz 1 halaman 235 dari Aswad bin Hilal r.a, dia berkata;  Dulu kami ber-jalan bersama Muad r.a lalu dia berkata kepadaku, "Duduklah..!  kita beriman sesaat."

MEMPERBARUI IAMAN

    Imam Ahmad dan Thabarani mengeluarkan hadits dari Abu Hurairah r.a, dia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, " Perbaruilah iman kalian".

    Dia bertanya, "Wahai Rasulullah, Bagaimana caranya memperbarui iman kami? "

     Nabi saw bersabda, "Perbanyaklah mengucapkan lailaha ilallah".

     Haisami berkata bahwa rijalnya Ahmad tsiqah, dan Mundiri berkata didalam kitab Targhib juz3 halaman 75 bahwa isnadnya Ahmad Hasan.

KECINTAAN ABDULLAH BIN RAWAHAH DI DALAM MAJELIS IMAN

Imam Ahmad mengeluarkan hadits dengan isnad yang bagus dari Anas bin Malik r.a, katanya; Dulu Abdullah bin Rawahah r.a ketika ketemu dengan sahabat Rasulullah saw, dia berkata, "Ke sinilah, mari kita beriman sesaat dengan Rabb kita".

    Suatu hari dia berkata kepada seorang laki-laki seperti itu, lalu laki-laki itu marah dan datang kepada Nabi saw seraya berkata, "Wahai Rasulullah! Apakah pendapat engkau tentang Abi Rawahah, dia mengajak pergi dari iman kepadamu dengan iman sesaat? ".

    Nabi saw bersabda, "Semoga Allah swt merahmati Ibnu Rawahah..! Sesungguhnya dia telah mencintai majlis yang malaikat berlomba-lomba dengannya."

    Sebagaimana dalam kitab Targhib juz 3 halaman 63. Dan al Hafidh Ibnu Katsir berkata dalam Kitab Bidayah juz 4 halaman 258, hadits ini gharib sekali.

    Haisami berkata dengan isnadnya dari Ath' bin Yasar; Sesungguhnya Abdullah bin Rawahah r.a berkata kepada sahabatnya, "Ke sinilah sehingga kita beriman sesaat".

   Sahabatnya itu berkata, "Apakah kita belum beriman? ".

    Ibnu Rawahah r.a berkata, "Sudah, akan tetapi mengingat Allah swt akan menambah iman kita".

    Dan Imam Abu Qosim Allalikani meriwayatkan dari Shuraih bin Ubaid bahwa Abdullah bin Rawahah r.a  mengambil tangan seorang laki-laki dari temannya lalu berkata, "Berdirilah dengan kami, berimanlah sesaat.

    Lalu kami duduk di majlis Dzikir.

Hadis ini mursal dari dua wajah.

   Imam Thayaliasi mengeluarkan dari Abu Darda' r.a, katanya; Abdullah bin Rawahah pernah mengambil tanganku seraya berkata, "Ke sinilah, berimanlah sesaat. Sesungguhnya hati itu lebih cepat berubah dari pada periuk ketika berkumpul sisa makanan.

    Dan menurut Ibnu Asakir juga darinya, sesungguhnya dia berkata; Dulu, Abdullah bin Rawahah r.a ketika bertemu dengannya, berkata, "Wahai Uwaimir..! Duduklah berdzikir sesaat..! " Kemudian kami duduk dan berdzikir, kemudian dia berkata, "Ini adalah majelis iman, perumpamaan iman adalah semisal baju kurungmu, suatu ketika kamu akan melepasnya ketika engkau memakainya dan suatu ketika kamu akan memakainya ketika melepasnya, sesungguhnya hati lebih cepat berubahnya dari pada periuk yang berkumpul adonan roti".

    Sebagaimana dalam kitab Janzul Umal juz 1 halaman 101.

Thursday, 17 December 2015

BEBERAPA PERKATAAN ALI, ABU DARDA' DAN IBNU MAS'UD TENTANG KALIMAT SYAHADAT DAN AHLINYA

Abu Nuaim mengeluarkan hadits dalam Kitab Hilyah dari Ali r.a dia berkata, "Hendaknya manusia lebih fasih lagi dan lebih lagi mengetahui Allah, yaitumelebihkannya lagi cintanya manusia kepada Allah, dan lebih mengagungkannya lagi dengan ahli lailaha ilallah".

    Sebagaimana dalam kitab Kanzul Umal juz 1 halaman 76.

    Dan Abu Nuaim mengeluarkan dalam Kitab Hiyah juz 1 halaman 219 dari Salim bin Abi Ja'di, katanya;  Aku berkata kepada Abi Darda' r.a,"Sesungguhnya Abu Said bin Munabih telah membebaskan 100 bidak".

    Lalu dia berkata, "Sesungguhnya seratus budak sudah dimerdekakan dengan hartanya seorang laki-laki, sungguh itu sudah banyak, dan apabila kamu suka aku akan menceritakan kepada kamu perkara yang lebih utama dari itu; yaitu iman yang tetep pada siang dan malam hari dan dan tidak henti-hentinya lisan berdzikir kepada Allah swt".

    Ibnu Abi Dunya telah mengeluarkan juga dengan isnad yang bagus dari Salim bin Abi Ja'di r.a, katanya; Dikatakan kepada Abu darda' r.a,"Sesungguhnya ada dua laki-laki telah membebaskan budak". Kemudian dia menyebutkan sebagaimana dalam Kitab Targhib juz 3 halaman 55.

    Imam Thabarani mengeluarkan dari Abdullah bin Masud r.a, katanya; "Sesungguhnya Allah swt telah membagikan kepada kalian akhlak-akhlak sebagaiamana Allah telah membagi rizki-rizki kalian. Dan sesungguhnya Allah swt telah memberikan harta kepada orang yang dicintai-Nya maupaun yang tidak dicintai-Nya, tetepi Allah swt memberikan iman kepada orang yang dicintai-Nya, apabial Allah swt mencintai seorang hamba, maka Allah swt akan memberikan kepadanya iaman,  maka barangsiapa yang bakhil dengan harta dari menginfaqkannya, dan lari dari musuh ketika mereka berjihad, dan merasa berat pada malam hari, maka perbanyaklah mengucapkan lailaha ilallah, Allahu Albar, Al Hamdulillah dan Subhanallah".

    Haisami berkata ; "Imam Thabarani telah meriwayatkan secara mauquf dan rijalnya shahih. "Munzdiri berkata; Di dalam kitab Targhib juz 3 halaman 94; Riwayatnya tsiqah dan hadits ini tidak marfu'.
   

SELAMATNYA JAMAAH AHLI SYAHADAT DARI NERAKA

Imam Hakim mengeluarkan hadits dari Rib'in dari Hudzaifah r.a, katanya; Rasulullah saw bersabda, "Islam akan hilang sebagaimana hilangnya kotoran dari pakaian, maka tidak akan di temukan lagi apa itu shaum dan apa itu sedekah dan apa itu ibadah, dan akan di hilangkan kitabullah pada malam hari, maka tidak tersisa di bumi ini darinya satu ayat pun,  sehingga satu golongan dari manusia, seorang yang tua renta dan lemah berkata, 'Aku menemukan dari bapak-bapakku kalimat "' Lailaha ilallah"', lalu kami mengucapkannya".

   
     Shilah r.a bertanya, "Apakah tidak mencukupi dari mereka ucapan lailaha ilallah, sedang mereka tidak mengetahui apa itu shaum dan sedekah dan ibadah? ".

    Lalu Hudzaifah r.a berpaling dari dia. Shilah kemudian mengulang-ulang pertanyaan itu kepada Rasulullah saw  sampai tiga kali,  numun beliau selalu berpaling,. Baru kemudian beliau menghadap kepada Shilah seraya bersabda, "Wahai Shilah, mereka akan selamat dari neraka, mereka akan selamat dari neraka,  mereka akan selamat dari neraka".

  
    Hakim berkata; Hadits ini shahih atas syarat Muslim dan keduanya tidak mengeluarkan". Dahabi berkata; Atas syarat Muslim".

Wednesday, 16 December 2015

KAMU AKAN MENYESAL KALAU TIDAK MEMBACANYA,,,!!! KELUARNYA AHLI SYAHADAT DARI NERAKA

Imam Thabarani mengeluarkan hadits dari Abi Musa r.a, dia berkata; Rasulullah saw bersabda, "Ketika ahli neraka berkumpul di dalam neraka dam bersama mereka ada seseorang dari ahli Qiblah. Maka orang-orang kafir itu berkata kepada kaum muslimin, "Apakah kalian orang-orang muslim? "

    Mereka menjawab,  "Yaa."

    Orang kafir menjawab, "Apakah Islam tidak mencukupi kalian, sehingga kalian bersama kami di neraka? "

    Mereka menjawab, "Karena kami memiliki dosa, lalu kami di ambil dan di letakan di dalam neraka".

    Lalu Allah swt mendengar apa yang mereka katakan, kemudian Allah swt memerintahkan malaikat penjaga neraka untuk mengeluarkan ahli Qiblah itu. Ketika orang-orang kafir melihat seperti itu, mereka berkata, "Andai kata aku jadi orang muslimin,  maka aku akan dikeluarkan sebagaimana mereka di keluarkan".

   Kemudian Rasulullah saw beraabda, " aku berlindung kepada Allah dari syetan yang terkutuk (ta'awudhu).;

الر٠ تِلْكَ أَايَتُ الْكِتَبِ وَقُرْأَانٍ مُّبِينٍ رُّبَمَا ،١،
يَوَدُّالَّذِ ينَ كَفَرُوالَوْ كا نُوامُسْلِمِينَ ،٢،

    Alif, laam, raa. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat al Kitab (yang sempurna),yaitu (ayat-ayat) al Quran yang memberikan penjelasan. Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim". (Qs. al Hijr; 1-2)

    Imam Abnu Abi Khatim juga telah meriwayatkan hadits yang serupa tetepi di dalamnya ada Basmalah sebagai ganti dari ta'awud.

    Thabarani dari Anas r.a berkata, Sesungguhnya manusia dari ahli laillaha ilallah ada yang masuk neraka karena dosa-dosanya, Kemudian ahli Lata dan 'Uzza berkata kepadanya, 'Apakah perkataan lailaha illallah tidak mencukupi (tidak bisa menyelamatkan) kalian, sehingga kalian sekarang di neraka bersama kami?' Lalu Allah swt marah kepada mereka, kemudian Allah swt mengeluarkan mereka, kemudian di jatuhkan kedalam sungai kehidupan lalu mereka sembuh dari luka bakar sebagaimana terlepasnya rembulan dari gerhananya lalu mereka dimasukan ke dalam Jannah dan di beri nama, dengan nama Jahanamiyun.

   Imam Ahmad telah mengeluarkan dari Abi Said al Khudri r.a melalui sebagian jalan yang lain hadits serupa ini. Di dalam riwayatnya dikatakan; Lalu mereka diberi nama di dalam Jannah dengan nama Jahanamiyun karena sangat hitam wajahnya.  Lalu mereka berkata; "Yaa Allah..! Hilangkanlah nama ini dari kami". Lalu Allah swt memerintahkan mereka supaya mandi di dalam sungai di dalam Jannah, lalu hilanglah nama itu dari mereka.

    Sebagaimana diterangkan didalam Kitab Tafsir Ibnu Kasir juz 2 halaman 546.

KALIMAT SYAHADAT AKAN MELEBUR DOSA-DOSA ORANG YANG BERSUMPAH BOHONG

Imam Bazaar mengeluarkan dari Anas r.a dia berkata; Rasulullah saw bersabda, "Wahai fulan..! Kerjakanlah seperti ini, seperti itu… "

    Si Fulan tadi berkata, "Tidak, demi Dzat yang tidak ada tuhan selain Dia, aku tidak akan mengerjakannya. "

     Sedangkan Rasulullah saw mengetahui,  sesungguhnya dia telah mengerjakannya.  Lalu Nabi saw mengulang-ulang kalimat tadi, lalu bersabda, "Kalimat syahadat akan melebur dosamu dengan kejujuranmu bahwa tidak ada tuhan selain Allah. "

     Haisami berkata bahwa Imam Bazaar dan Abu Ya'la telah meriwayatkan dengan semisalnya, kecuali perkataan; Sesungguhnya dia berkata, Allah akan melebur dosa kamu dari kebohonganmu, dengan cara kamu membetulkan kalimat; Sesungguhnya tidak ada tuhan selain Allah."' Rijal keduanya adalah rijal yang shahih. Dan dia berkata di dalam kitab Hamisi dari Ibnu Hajar bahwa di dalamnya terdapat Haris bin Ubaid Abu Qadamah, dia itu banyak mungkarnya, dan hadis ini sebaian dari kemungkarannya.

    Imam Bazaar telah menyabutkan dengan sendirian. Dan menurut Thabarani dari Ibnu Zubair bahwa hadisnya marfu', sesungguhnya seorang laki-laki bersumpah dengan nama Allah dengan mengucapkan, "Tidak ada tuhan selain Dia" sedangkan dia bersumpah bohong, maka dia akan di ampuni. Haisami berkata; Rijalnya shahih".